Bagi yang sedang kuliah, terutama yang mengambil structur jembatan, akan sangat baik jika melihat artikle ini. Saya pernah punya pengalaman untuk design jembatan pre-stress girder, tidak begitu panjang, namun lumayan cukup sulit spesifikasinya karena harus bisa dilalui beban berat.
Beberapa code mengacu pada AASHTO, Indonesia juga punya peraturan jembatan sendiri (kebetulan saya lupa istilahnya, kalau gak salah : Bridge Management System (BMS)..kalau ada rekan yang ingat, bisa membetulkan).
Contoh pembangunan design girder pre-stress dari a-z diterangkan secara gamblang pada link berikut ini:
http://www.fhwa.dot.gov/BRIDGE/lrfd/fhwanhi04043.pdf
(Catatan: sengaja saya lebih suka menyebutkan link, karena mudah di klik dan penjelasannya akan lebih bagus daripada jika saya explain sendiri).
Artikle tersebut sangat bagus, terutama bagi yang baru saja memulai design jembatan secara riil.
Untuk girder sendiri, biasaanya pre-stress girder fabricator bisa memberi advice atau saran, karena mereka punya standar masing-masing.
Bahkan mudahnya, kita bisa saja minta calculasi dari mereka, lalu kita cek kesesuaiannya dengan basic design kita.
Fabricator balok girder pre-stress yang saya kenal misalnya: PT Wijaya Karya.
Kemuadian, untuk desain elastomeric bearing, kita bisa minta advice ke vendor tersebut tentang susunannya dan sebagainya. Biasanya kita cek saja dengan code yang ada.
Selamat membaca.........................
BATAM ISLAND
3 tahun yang lalu
